Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan dan Karakteristik Pendidikan Inklusif

tujuan pendidikan inklusif

 Istilah pendidikan inklusif adalah kata atau istilah yang dibahas oleh UNESCO yang berasal dari kata Education for All yang dapat diartikan sebagai suatu sistem pendidikan yang ramah bagi semua siswa, dengan menggunakan pendekatan pendidikan yang berusaha untuk menjangkau semua peserta didik tanpa terkecuali. 

Semua anak atau peserta didik mempunyai hak dan juga kesempatan yang sama untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari pendidikan. Hak dan kesempatan itu tidak dapat dibedakan oleh keragaman karakteristik individu baik secara fisik, mental, sosial, emosional, serta status sosial ekonomi. 

Konsep pendidikan inklusif ini sejalan dengan filosofi pendidikan nasional Indonesia yang tidak membatasi akses peserta didik kependidikan hanya karena perbedaan kondisi awal dengan latar belakang peserta didik. 

Pendidikan Inklusif pun bukan hanya bagi mereka yang berkelainan atau luar biasa melainkan berlaku untuk semua anak normal pada umumnya.

Pendidikan Inklusif merupakan sebuah sistem layanan pendidikan yang mengelola dan mengatur supaya anak berkebutuhan khusus bisa dilayani di sekolah-sekolah umum terdekat, pada kelas reguler bersama-sama teman-teman seusianya, Tanpa harus dibedakan kelasnya dengan siswa yang normal pada umumnya, dan siswa bisa belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali anak berkebutuhan khusus.


Tujuan Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif di Indonesia diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kebutuhannya. 

2. Membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar 

3. Dapat Membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah dengan menekan angka tinggal kelas, buta huruf dan putus sekolah.


Karakteristik Pendidikan Inklusif

Pendidikan untuk semua berarti pendidikan yang ramah untuk semua dengan pendekatan pendidikan yang berusaha menjangkau semua siswa tanpa terkecuali. Semua siswa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari pendidikan. Hak dan kesempatan itu tidak dibedakan oleh keragaman karakteristik individu secara fisik, mental, sosial, emosional, dan bahkan status sosial ekonomi.

Pendidikan inklusif sebagai pendidikan yang ramah untuk semua anak dengan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. 

Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah sekolah yang menempatkan semua siswa di kelas yang sama. Sekolah tersebut dapat menyediakan program pendidikan yang layak, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap peserta didik maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil (Stainback, 1980). 

Pada sekolah inklusif setiap peserta didik sesuai dengan kebutuhan khususnya agar dapat dilayani secara optimal. Selain itu guru dapat melakukan berbagai modifikasi dan/atau penyesuaian mulai dari kurikulum, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, sistem pembelajaran sampai pada sistem penilaiannya supaya proses belajar mengajar dapat berjalan serta tujuan pembelajaran tercapai pada semua peserta didik.

Keuntungan dari pendidikan inklusif, baik siswa berkebutuhan khusus maupun siswa biasa dapat saling berinteraksi secara wajar sesuai dan kebutuhan pendidikannya dapat terpenuhi sesuai potensinya masing-masing. Konsekuensi penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut pihak sekolah melakukan berbagai perubahan, mulai cara pandang, sikap, sampai pada proses pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan individual. 

Dengan demikian proses identifikasi dan asesmen yang akurat perlu dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan atau profesional di bidangnya untuk dapat menyusun program pendidikan inklusif yang sesuai dan objektif.

Kelemahan pendidikan inklusif pada sekolah umum adalah pada sebagian sekolah kurangnya guru yang mampu mengidentifikasi dan merancang proses pendidikan yang sama antara anak berkebutuhan khusus dan siswa normal pada umumnya.


Post a Comment for "Tujuan dan Karakteristik Pendidikan Inklusif"