Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Merupakan suatu kondisi atau perilaku yang hendak dicapai, Tujuan pembelajaran dirumuskan dari kompetensi dasar dengan menggunakan kata operasional. Kata operasional yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan haruslah dapat diamati dan diukur. kata operasional dapat dilihat pada taksonomi bloom.

Prinsip Perumusan Tujuan Pembelajaran
Menurut Robert F. Mager pada 1962 bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh peserta didik setelah berlangsung pembelajaran.
Menurut Permendikbud No 81 A Tahun 2013 Lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Pembelajaran (Kemdikbud, 2013: 38) RPP paling sedikit memuat: (i) tujuan pembelajaran, (ii) materi pembelajaran, (iii) metode pembelajaran, (iv) sumber belajar, dan (v) penilaian.
Tujuan pembelajaran juga dapat digunakan untuk merancang soal, hal ini karena tujuan pembelajaran yang dirumuskan mencakup perilaku peserta didik yang dapat diukur sesuai dengan materi yang diajarkan.
Tujuan Pembelajaran dapat dirumuskan menjadi dua, yaitu (1) tujuan utama (main effect); dan (2) tujuan penyerta (nurturant effect). Tujuan utama berkaitan dengan aspek psikomotor atau gerak fisik, yaitu keterampilan gerak serta unsur-unsur kondisi fisik (power, kecepatan, kekuatan, daya tahan, kelincahan, keseimbangan, kelentukan dan unsur kondisi fisik lainya). Tujuan penyerta berkaitan unsur sosial yang mempunyai dampak atau pengaruh yang diakibatkan karena melakukan aktivitas fisik, seperti unsur-unsur kerjasama, menghargai orang lain, mengendalikan diri, sportif, pemecahan masalah, dan sebagainya.

Merumuskan Tujuan Pembelajaran Menggunakan Formula ABCD
Tujuan Pembelajaran dapat dirumuskan dengan menggunakan formula ABCD (Audience, Behavior, condition, degree), audience merupakan subjek atau peserta didik, behavior tingkah laku yang dapat diukur seperti melakukan, mempraktekkan, menganalisis dan sebagainya, condition adalah kemampuan atau keterampilan yang akan diamati, sedangkan degree merupakan standar kemampuan yang dapat dinilai.
Contoh: 
"Setelah mengamati tayangan video, siswa kelas VII SMP dapat melakukan gerakan Roll kedepan dengan baik".
Setelah mengamati tanyangan video --> Condition
Siswa kelas VII SMP --> Audience
Melakukan  --> Behavior
Roll Kedepan dengan baik --> Degree

Demikian sedikit uraian cara merumuskan tujuan pembelajaran. semoga bermanfaat

Post a Comment for "Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran"