Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat. Dalam interaksi sosial, individu atau kelompok saling mempengaruhi satu sama lain dan saling memberi respons terhadap tindakan dan perilaku yang dilakukan. 

Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti komunikasi verbal dan non-verbal, interaksi tatap muka atau melalui media sosial, dan lain sebagainya. Interaksi sosial sangat penting dalam membangun hubungan antarindividu dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.


Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli

Beberapa ahli yang memberikan pengertian tentang interaksi sosial antara lain:

George Herbert Mead

Menurut Mead, interaksi sosial adalah suatu proses dimana individu mampu membentuk gambaran diri (self image) mereka melalui interaksi dengan orang lain. Dalam interaksi sosial, individu memainkan peran sebagai orang yang memberi respons atau orang yang menerima respons dari orang lain.


Emile Durkheim

Menurut Durkheim, interaksi sosial adalah suatu proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu kelompok sosial. Interaksi sosial ini membantu individu menginternalisasi nilai-nilai, norma, dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, sehingga individu dapat berperan sebagai anggota masyarakat yang baik.


Charles Horton Cooley

Menurut Cooley, interaksi sosial adalah suatu proses dimana individu membangun gambaran dirinya melalui interaksi dengan orang lain dalam suatu kelompok sosial. Ia juga memperkenalkan konsep "looking glass self" yang menjelaskan bahwa gambaran diri seseorang dibentuk oleh persepsi orang lain tentang dirinya.


Talcott Parsons

Menurut Parsons, interaksi sosial adalah suatu proses dimana individu saling memberi arti terhadap tindakan dan perilaku masing-masing. Dalam interaksi sosial, individu memainkan peran sosial yang diberikan oleh masyarakat dan harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat tersebut.


Erving Goffman

Menurut Goffman, interaksi sosial adalah suatu proses dimana individu memainkan peran-peran sosial yang berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda pula. Dalam interaksi sosial, individu juga harus mengelola "impression" yang diberikan pada orang lain agar dapat diterima dalam kelompok sosialnya.


George Herbert Mead

Menurut Mead, interaksi sosial adalah proses saling bertindak dan bereaksi antara individu yang terjadi dalam konteks tertentu. Individu dianggap sebagai agen yang aktif dalam proses interaksi, bukan hanya sebagai objek pasif.


Max Weber

Weber menyatakan bahwa interaksi sosial terjadi ketika dua individu atau lebih bertindak bersama dengan tujuan yang sama atau berbeda. Interaksi sosial juga melibatkan peran-peran sosial yang dijalankan oleh individu, dan dapat membentuk pola-pola yang stabil dalam kehidupan sosial.


Talcott Parsons

Menurut Parsons, interaksi sosial adalah proses saling mempengaruhi antara individu yang saling bergantung dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Interaksi sosial ini membentuk pola-pola yang disebut struktur sosial, yang mempengaruhi perilaku individu dalam masyarakat.


Erving Goffman

Goffman mengatakan bahwa interaksi sosial terjadi dalam situasi tertentu, yang disebut frame atau kerangka. Frame dapat mengubah makna dan perilaku individu, sehingga interaksi sosial terjadi dalam konteks yang dinamis.


Emile Durkheim

Durkheim berpendapat bahwa interaksi sosial adalah kunci untuk menjaga integrasi sosial dalam masyarakat. Melalui interaksi sosial, individu dapat merasa memiliki ikatan dengan orang lain dan masyarakat yang lebih besar.

Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah proses saling bertindak dan bereaksi antara individu atau kelompok dalam konteks tertentu, yang melibatkan peran sosial dan dapat membentuk pola-pola yang stabil dalam kehidupan sosial. Interaksi sosial juga merupakan kunci untuk menjaga integrasi sosial dalam masyarakat.