Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa ABK Pada Pendidikan Inklusif

Bagaimana Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa ABK Pada Pendidikan Inklusif? Kesulitan belajar merupakan permasalahan yang kerap terjadi pada peserta didik di sekolah umum dan sering di sebut dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa ABK di mulai dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Kesulitan belajar merupakan ketidakmampuan anak atau siswa untuk belajar, termasuk menghindari belajar, sehingga prestasi belajar yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan atau bahkan gagal mencapai tujuan-tujuan pembelajarannya.


Bentuk Kesulitan Belajar

Ada dua bentuk kesulitan belajar, yaitu: 

(1) Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities)

(2) Kesulitan belajar akademik (academik learning disabilities). 

Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan,  mencangkup gangguan motorik dan persepsi, kesulitan belajar bahasa dan komunikasi, dan kesulitan belajar dalam penyesuaian prilaku sosial. 

Kesulitan belajar akademik berhubungan dengan adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalankegagalan tersebut mencakup penguasaan keterampilan dalam membaca, menulis dan matematika. 


Langkah-langkah Mengatasi Kesulitan Belajar. 

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa ABK dapat ditempuh dengan beberapa Langkah yang  diharapkan efektif mengatasi kesulitan belajar dalam pembelajaran PJOK adalah sebagai berikut: 

1) Mengidentifikasi Kesulitan Belajar 

Mengidentifikasi kesulitan belajar dalam pembelajaran PJOK tidak terlalu sulit, karena inti dari pembelajaran PJOK adalah aktivitas fisik, olahraga, dan permainan yang dapat diamati secara kasat mata. Begitu juga perubahanperubahan kondisi internal siswa dapat diamati ketika anak melakukan aktivitas pembelajaran. 

2) Observasi atau pengamatan

Observasi dilakukan oleh guru PJOK langsung pada saat pembelajaran. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar bisa langsung teramati ketika proses pembelajaran. Observasi dilakukan terhadap proses belajar anak secara utuh, yaitu mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan motorik yang dipelajarinya. 

Mengidentifikasi kesulitan belajar dalam dimensi kognitif dapat dilakukan dengan teknik bertanya. Kesulitan belajar yang sifatnya teknis dan sederhana atau ringan dapat langsung diberikan bimbingan untuk mengatasinya baik secara individual maupun kelompok. 

Jika terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar yang disebabkan oleh kondisi internal, misalnya tingkat kemampuan motorik umumnya rendah, maka perlu diberikan bimbingan khusus. Untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar yang sifatnya internal memang tidak mudah, perlu pengamatan berkali-kali. Namun demikian guru harus berusaha maksimal untuk dapat mengidentifikasinya, sehingga langkah pemecahannya dapat diperoleh dengan segera.

3) Membandingkan hasil belajar dengan SKM

Jika hasil belajar siswa di bawah nilai SKM yang telah ditetapkan sekolah, berarti anak tersebut mengalami kesulitan belajar.  

4) Membandingkan nilai hasil belajar dengan nilai rata-rata kelas

Kesulitan belajar anak dapat diamati dari nilai hasil belajar dalam kurun waktu satu semester. Jika nilai hasil belajarnya jauh di bawah nilai rata kelas, maka dapat ditafsirkan bahwa anak tersebut mengalami kesulitan belajar. 

5) Melalui tes

Untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang sifatnya umum dan dalam kurun waktu tertentu, misalnya kebugaran jasmani, dapat dilakukan dengan menggunakan tes kebugaran jasmani setiap akhir semester. Tingkat kebugaran jasmani yang rendah dapat ditafsirkan sebagai indicator anak mengalami kesulitan belajar.

6) Menganalisis data hasil identifikasi.

Berbeda dengan tahap identifikasi masalah, tahap analisis data hasil identifikasi merupakan salahsatu tahap yang sulit dilakukan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa kesulitan belajar dalam pembelajaran PJOK merupakan akumulasi dari interaksi antara factor penyebab kesulitan belajar dan karakteristik lingkup aktivitas pembelajaran yang dipelajarinya. 


Post a Comment for "Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa ABK Pada Pendidikan Inklusif"